Header Ads

BMH Jalin Silaturahim Da'i dan Marbot Jawa Tengah


INDEPENDENT | Da'i sebagai penyambung risalah nabi menjadi garda terdepan dalam membentengi umat ditengah gempuran informasi yang serba cepat dan tanpa filter.

Untuk itulah, seorang da'i harus bersikap terbuka dengan beragam kemajuan teknologi. Namun, kemajuan teknologi informasi harus tetap tersaring untuk dimanfaatkan oleh umat.

Menghadapi bulan Ramadhan, seorang da'i harus mempersiapkan bekal agar bulan dakwah itu dapat maksimal untuk dimanfaatkan sebagai sarana efektif berdakwah menyampaikan risalah-risalah dakwah rasul.

Dengan niatan yang baik tersebut, BMH menginisiasi Program 'Silaturahim Da'i dan Marbot se Jateng. Acara ini terselenggara pada hari Sabtu (14/04) bertempat di Aula Faza Malabar.

Ustadz Aris Munandar El-Fattah, Lc selaku pemberi taujih dalam silaturahim ini mewanti-wanti agar dakwah, khususnya di masjid sedapat mungkin menjadi pemersatu bukan malah menjadi pemecah belah umat.

"Masjid hendaknya dikelola sebaik mungkin. Terus lakukan inovasi program agar jama'ah semakin merasakan manfaat akan keberadaan masjid dan orang-orang sholeh yang terus mengajak, memperingatkan bahkan menuntun meraih ridha Allah," pesan beliau.

Lebih lanjut, beliau memotivasi kepada para marbot untuk terus menjaga kebersihan masjid. Masjid yang bersih dan wangi akan mendorong umat untuk mendatangi rumah Allah. Lain cerita kalau masjid yang kita kelola tidak dijaga kebersihannya, umat pun akan enggan untuk berkunjung. Padahal kunjungan umat Islam itu minimal 5 waktu dalam sehari.

"Alhamdulillah, sebelum memasuki bulan Ramadhan tahun ini, BMH dapat mengadakan Silaturahim antar da'i dan marbot se Jateng. Semoga sekembalinya dari acara ini, para da'i dan marbot akan semakin semangat untuk terus berkiprah mengurus dakwah di masjidnya masing-masing," harap GM BMH Jawa Tengah, Imam Muslim.

Silaturahim ini menghadirkan 305 Da'i dan Marbot se Jateng. Diakhir acara, para da'i dan marbot ini mendapat apresiasi atas dedikasi mereka selama ini dalam melayani umat berupa paket da'i dan uang tunai pengabdian. (Mas Yusran/Hadi)



Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.