Header Ads

Amien Rais Meramalkan Anies Bakal Menjadi Penyelamat Negeri


INDEPENDENT | Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan menghadiri kegiatan Tasyakuran Ustadzah Peduli Negeri di Balai Kota DKI Jakarta, Jl Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan itu, Anies meminta, ustadzah-ustadzah untuk ikut menyebarkan pesan keadilan agar dirasakan seluruh warga Jakarta.

Pada kesempatan itu  Ketua Dewan Pembina PAN Amien Rais yang hadir menyebutkan bahwa Anies Baswedan sebagai penyelamat negeri ini.

Wakil Gubernur Sandiaga Uno enggan menanggapi pernyataan Amien ini. Sebaliknya, Sandi mengatakan saat ini Pemprov DKI Jakarta tengah melakukan pembenahan di bidang pencatatan aset daerah. Pembenahan aset itu dalam rangka mengejar predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Penyelamat aset. Tugasnya saya dari dia (Gubernur), selamatkan aset-aset di DKI. Ini saya sampai keriting nih mengurusi WTP. Jadi kalau fokus kita adalah untuk menyelamatkan negeri, ya menyelamatkan aset-asetnya. Aset-aset kita selama ini diserobot oleh oknum-oknum,” katanya di Balaikota Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/4/2018).

Mantan Ketua Umum Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu pun tidak menyanggah sebutan penyelamat yang diberikan Amien kepada Anies. Sandi berpandangan menyelamatkan aset pemda merupakan menyelamatkan kekayaan negara dari pihak-pihak tak bertanggungjawab.

” Mungkin ada benarnya apa yang dikatakan pak Amien Rais itu. Dia menyelamatkan kan,” imbuh Sandi.

Sebelumnya,  Tokoh Reformasi Amien Rais menghadiri peringatan satu tahun Ustadzah Peduli Negeri di Balaikota Jakarta. Di hadapan jamaah, Amien meramalkan Anies menjadi penyelamat negeri kelak. (R)


Tidak ada komentar

KOMENTAR PEMBACA:

Pembaca SUARA INDEPENDENT dapat mengirimkan komentar terkait artikel atau berita yang ditayangkan. Isi komentar bukan merupakan pandangan, pendapat ataupun kebijakan kami dan sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Pembaca dapat melaporkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA. Kami akan menimbang setiap laporan yang masuk dan dapat memutuskan untuk tetap menayangkan atau menghapus komentar tersebut.